it matters

Kedua tanganku menggengam stir mobil, tapi aku masih enggan untuk menyalakan mesin. Aku rasa sudah satu jam duduk didalam sini. Sudah beberapa kali terdengar bunyi pesawat yang terbang ke udara.

Aku menghela nafas panjang dan memutuskan untuk pulang, tepat ketika aku menyalakan mobil dan melihat kebelakang, aku melihat amplop di kursi samping. Untuk beberapa saat aku hanya melihat ampop tersebut, enggan untuk membukanya.

 

……………………….

“5 tahun” ujarmu dengan tetap melihat ke depan.

jelas kau enggan untuk melanjutkan percakapanmu kepadaku.

“setelah lulus, apakah kau akan kembali ke Indonesia?”

Kau menggelengkan kepalamu.

 

Aku kembali mengalihkan perhatian ke jalan tol di depan, perjalanan masih cukup panjang dari bandung hingga bandara soekarno-hatta. Kau sengaja memilih perjalanan malam agar jalan cukup sepi. Ketika aku memaksa untuk menghabiskan malam terakhir bersama kau tetap bertanya “untuk apa?” tapi tetap kau melakukan keinginaku. Pesawatmu berangkat beberapa jam lagi, dan ini adalah saat-saat terakhir kau bersamaku.

 

“semua terasa begitu mendadak Na, baru seminggu lalu kau bilang padaku mengenai masalah ini, dan sejak tadi kau hanya terdiam, Bagaimana jika ini adalah malam terakhir kita bersama? Tidak kah kau ingin mengingatku?”

Kau melihatku dan menjawab

“Mengapa malam ini penting? Mengapa malam terakhir ini harus berkesan untukmu? Mengapa? tidak akan ada bedanya kita berpisah satu minggu lalu atapun hari ini!”

Suaramu mulai meninggi

“It matters, Na.. because…..”

“Karena kau tidak bisa menerima kenyataan bahwa kita akan berpisah” ujarmu memotong kata-kataku

 

Aku terdiam, aku ingin menjawab karena aku merasa setelah ini aku tidak akan pernah mencintai orang lain lagi. Tapi kau tidak perlu tahu itu.

 

“you hurt me and im not sure time will heal this wound” ujarku

“jangan naif, waktu tidak akan mampu memperbaiki hal ini, kau harus menerima kenyataan bahwa waktu akan menghapus semua kenangan mu denganku”

esok, dua hari lagi, atau satu bulan lagi… pada saatnya ketika kau bangun, kau akan lupa denganku”

 

Kau tetap pada pendirianmu, kau menolak untuk melanjutkan hubungan ini. Kau berkata, semua text, telepon atau apapun cara kita berkomunikasi akan sia-sia jika kita tidak bertemu. Kata-kata terakhirmu “Its different Ge, not able to touch you even if we see each other is going to break my heart even more”

 

Seolah kau ingin benar-benar kulupakan

 

Pintu gerbang bandara sudah terlihat ketika kau tiba-tiba bertanya

“mengapa tidak kau yang ikut denganku?

“aku tidak bisa meninggalkan kedua orang tua ku, Na”

“Lucu sekali, keluarga adalah hal yang membuatku ingin segera pergi dari sini dan keluarga adalah hal yang mengikatmu disini”

Kami berdua terdiam, jika menyangkut masalah ini kami berdua tahu, tidak ada solusi yang dapat membahagiakan kami berdua.

 

Beberapa saat berlalu kini dan kami sudah berada di parkiran bandara

kau merelakan tanganmu untuk terus kupegang sejak aku mematikan mesin, aku tidak berani memandangmu, ataupun berkata.

“sudah saatnya.. selama apapun kita habiskan malam ini bersama, tidak akan pernah cukup…..”

Kau menarik lenganku dan mencondongkan badanmu kedepan.

Wajahmu sangat cantik tapi meskipu hanya dengan cahaya lampu parkir seadanya aku masih bisa melihat kesedihan di matamu..

“lupakan aku” kau berbisik di telinga kiriku

Kau menutup matamu, dan menciumku

 

………………………..

Aku membuka amplop yang kau letakan di kursimu,

Satu lembar tiket untuk pergi ke tempatmu dengan tanggal yang belum ditentukan

selembar kertas kecil jatuh dari dalam amplop, ku ambil dan kulihat kertas tadi bertuliskan beberapa kata ditengahnya

 

“waktu akan menghapusku, tapi kau bisa buktikan bahwa aku salah”

 

Aku menghela nafas panjang, menaruh amplop di depan ku dan memandang keluar, sebuah pesawat persis sedang bergerak keatas dengan langit yang sangat terang karena cahaya bulan berada dibelakangnya.

Aku menyalakan mesin mobil, dan memandang amplopmu yang kuletakan di dashboard

“waktu tidak akan pernah bisa menghapusmu.. tapi kau benar, satu malam bersamamu tak akan cukup untuk kubawa hingga 5 tahun nanti”

 

Bandung, Januari 2015

Advertisements

3 thoughts on “it matters

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s