would you rather be hurt?

Dia tidak cantik, wajahnya tidak menonjol diantara teman-temannya. Tingginya tidak semampai, kulitnya tidak putih, hidungnya tidak mancung. Tetapi yang kutahu Ica adalah orang yang baik dan itu yang membuat dia menjadi istimewa.

Aku mengenal dia sudah hampir 6 tahun. Sejak pertama bertemu karena dikenalkan teman di kampus. Awalnya aku tidak begitu memperhatikannya. Tetapi sikap dia yang tanpa cela dalam bertingkah laku membuatku terus semakin tertarik kepadanya. Setiap aku mencoba berbicara kepadanya dia selalu mendengarkan dengan serius, dia membuat aku seperti penting didepannya.

Hingga saat lulus, aku dan ica berpisah kota. Tetapi aku tidak pernah berhenti mengaguminya. Setiap dia berganti profile picture di BBM aku pasti berhenti beberapa menit untuk mengamati fotonya. Lalu otakku bekerja dengan cepat, menebak dimana foto itu diambil, dengan siapa, kapan, dan apa yang ada dalam pikiran Ica. Terlalu jauh memang, Tapi mau bagaimana lagi, Aku sudah menyukainya.

Setelah bertahun-tahun hanya berkomunikasi dengan pesang singkat, hanya sekadar basa-basi menanyakan kabar. Akhirnya kesempatan mengetuk kepadaku. Aku dipindah tugaskan ke kota yang sama dengan Ica. Tanpa pikir panjang aku pun memberitahu kabar ini kepada Ica dan dia merespon dengan sangat sopan dan seperlunya. Tetapi entah mengapa untukku ini seperti perayaan tahun baru, natal dan paskah yang digabung menjadi satu, aku sangat senang.

Akhirnya setelah aku berada di kota asalku aku memberanikan diri untuk mengajak Ica bertemu

“Ca, weekend kemana? Ada acara gak?”

“gak ada Ga, emang kenapa? Mau jalan?”

“yuk? Jam 9 Ya besok? Kampus?”

“ok”

Hari itu aku habiskan dengan sempurna bersama Ica. Seperti semesta mendukung. Percakapan kami mengalir tanpa ada yang perlu ditutupi. Aku semakin tahu mengenai keluarga, pekerjaan, hobi, hampir semua dia ceritakan. Seperti apa kata semua orang, waktu pasti akan berlari ketika kau bersenang. Sekarang Pukul 10 malam aku berada diluar rumah Ica. Dia berterima kasih atas weekend yang menyenangkan dan berharap bisa melakukannya lagi.

Setelah 10 menit berbicara didepan pintu gerbang, ica pun mengucap kata pamit dan masuk kedalam halaman.

Aku yang berdiri dibelakang akhirnya memutuskan untuk memanggil dia kembali.

“Ca”

Ica menoleh dan menjawab dengan senyuman.

Senyum manisnya itu Dalam sekejap sudah membawa lamunanku di atas pelaminanan, rumah pertama, ruang bersalin, anak pertama kami yang belajar berjalan.

“ya?” ujar ica membuyarkan lamunanku

Untuk sesaat lidah ini ingin segera bertanya berbagai hal, tapi Dalam benakku aku memikirkan kembali apa yang aku inginkan. Aku berharap terlalu tinggi, aku sangat tidak menginginkan dia berkata tidak.

Would I risk a chance of getting hurt?or… never know at all?

Aku hanya menunduk. Harusnya penolakan itu hal biasa, tetapi entah mengapa mendengar kata tidak dari dia pasti akan sangat menyakitkan.

Aku terdiam terlalu lama. Ica pun akhirnya berkata

“kalo gak ada apa-apa lagi, aku masuk yah Ga”

Ica membalikan badan dan mulai berjalan. Ketidak beranian ku memang hanya pantas dihargai dengan memandang ica dari belakang. Tidak akan ada yang berubah selama tidak ada yang ku ucapkan. Tapi aku rasa lebih baik seperti ini. biar aku mengagumi dari jauh saja.

………………

Undangan itu tidak mewah, tidak disertai tinta emas, tidak disertai amplop plastik,tidak ada foto indah kedua mempelai. Sangat sederhana, tetapi nama Ica diatas sana yang membuat itu istimewa.

Ku bolak balik undangan itu masih tidak percaya. Lalu tiba-tiba muncul lah rasa sakit di dalam dada. Seperti sesak yang aku tahu ini bakal akan selalu kupendam seumur hidup. Aku sadar ini lah Penyesalan. Karena ternyata selama ini aku salah……. tidak mengetahui perasaanmu jauh lebih menyakitkan dari pada penolakan.

Bandung, Maret 2015

Advertisements

10 thoughts on “would you rather be hurt?

  1. setinggi2nya kodrat seorang perempuan.. tapi tetap kodratnya menunggu sang laki-laki untuk menyatakan cintanya.. semangat yaaaaa… langsung aja kalo udah ngerasa cocok, jangan kelamaan pedekate, jalan-jalan n makan bareng hahahahaha,,, #sotoymodeon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s